Hai! Setelah sekian lama kepengen bikin blog akhirnya kesampean
juga (nyiahahaha). Selama ini apa yang ada di pikiran gue cuma ada dalam
pikiran aja, padahal buanyak banget apa yang pengen gue share dan ceritain gokilan.
Oke, gak asik kalo
gue belom kenalin siapa gue. Nama gue Gerry Intan Darajati. Kalo kata mamake
(nyokap, red) gue bayi emas banget. Karna
pengorbanan beliau untuk melahirkan gue ke dunia yang penuh sandiwara ini
(halah!) amatlah sangat UWOW BESAARRR! Bayangin aja (bayangin loh, jangan cuma
baca doang yee), mamake pas usia kandungan 5 bulan udah pendarahan, dokter
kandungannya udah nyaranin buat ikhlasin aja gak usah dipertahanin, tapi ya
namanya juga orang tua teteup itu mempertahankan kandungannya sampe harus
diopname bedrest. Akhirnya yaa sampe mau melahirkan pun bapake
(bokap, red) disuruh ttd surat pernyataan yang inti isinya gak akan
nuntut RS kalo salah satunya atau dua2nya meninggal, karna kondisi nya saat itu
mamake bener2 harus mepertaruhkan nyawanya demi ngelahirin gue, “harus pilih
salah satu, gak bisa dua2nya diselamatin Pak” gitu kata dokter ke bapake. Dan
bapake pun gak mau milih siapa yang harus diselamatin, tapi yaa teteup maksa si
dokter buat mengerahkan segala upayanya biar bisa menyelamatkan 2 nyawa
tersebut. Di tengah kegalauan tersebut, mamake katanya terus berdoa keselamatan
dan berharap juga anaknya yang lahir nanti perempuan. Karena selama 4x USG
selalu dibilang si utun (jabang bayi, red) berkelamin lelaki. Akhirnya
Allah benar2 menunjukkan kekuasaan-NYA, SUBHANALLAH..... Pada 7 Agustus 1990 di
RS Azra Bogor lahirlah putri cantik dari rahim wanita tangguh dengan segala
peluh dan pertaruhan nyawanya, si dokter keluar ruangan dan bilang ke keluarga “selamat
ya Pak, intan nya lahir selamat, ibu nya juga selamat, alhamdulillah..” Yak! Nama
intan tercetus dari dokter kandungan mamake dokter Danu Wirahadikusumah, karna
menurutnya intan itu biarpun kecil tapi mahal. Dan doa mamake pun dengan
mudahnya dimakbul Allah, bisa selamat dan perempuan! Itulah yang namanya takdir.
Manusia memang bisa memprediksikan tapi akhirnya Allah Sang Maha Kuasa pula lah
yang menentukan. Kun fayakun..
Dan tiadalah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi
itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia berkuasa. Dan
Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia
menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya : "Jadilah! maka jadilah ia". Maha Suci Allah yang di tanganNya
kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan."
Surah Yassin : 81-83
Surah Yassin : 81-83
(Postingan pertama didedikasikan untuk Ibuku tercinta, Ibunda Atik Sugiarti)